Berorganisasi, yang diambil dari kata organisasi, ditujukan pada orang yang
menjalankan sebuah organisasi. Mungkin kata ini udah sangat lumrah didengar
sejak kita menginjak sekolah menengah pertama. Yep, dari SMP kita udah kenalan
dengan yang namanya Organisasi Siswa Intra
Sekolah atau yang biasa disebut OSIS. Padahal organisasi itu luas banget pemahamannya. Organisasi itu ada untuk kerapihan. Misal,
dalam organ tubuh manusia seperti jantung, ginjal, lambung, usus, mereka
bekerja sesuai fungsinya. Untuk apa? Supaya manusia bisa menjalankan hidup
dengan semestinya. Sistem kerjanya juga beda satu sama lain. Disini kita temuin
yang namanya saling mengisi.
Keluarga, itu juga bisa disebut organisasi. Kenapa? Karena tiap anggota
keluarga menjalankan tugasnya masing-masing. Ayah yang mencari nafkah, Ibu yang
mengurus urusan rumah tangga, anak yang belajar. It’s all about regularity.
Gimana sama organisasi di perkuliahan? Sama aja. Bedanya adalah tujuan. Apa
tujuan kita sebelum memutuskan untuk ikut sebuah organisasi? Itu adalah
pertanyaan mendasar sebelum kita memutuskan untuk bergabung dalam sebuah
organisasi. Misalnya gua punya ketertarikan tentang bahasa, gua ingin
memperdalam keterampilan gua dalam berbahasa. Jadi, gua memutuskan untuk
bergabung bersama organisasi tentang bahasa. Atau, gua punya hobi main musik,
gua menjadkan musik sebagai penghilang penat dari rumitnya kehidupan. Kemudian
gua gabung organisasi musik. Apa yang gua suka, apa yang gua jalanin. Sesimpel
itu, emang.
Tapiii perlu diketahui bahwa nggak semua miat itu bisa dipaduin sama
organisasi, terutama yang formal. Oke, gua suka musik. Tapi bukan berarti gua
harus to’ ikut organisasi berbasis musik. Gua bisa aja main musik sendiri
dirumah, aransemen lagu sendiri, ngikutin konser segala macem. Itu balik lagi
ke cara pandang masing-masing. Seseorang yang
masuk organisasi itu pasti punya tujuan, dan gasemua tujuan itu
mengarah ke organisasi. Oke, mungkin sama. Tapi pasti ada tujuan dari diri
sendiri. Entah ingin menambah wawasan, untuk mendapat pengakuan lah, untuk kepuasan sendiri
lah, apapun itu, pasti ada. Keinginan kita
untuk masuk di organisasi itu nggak pernah lepas dari tujuan pribadi kita.
Terus
yang kontroversialnya adalah, kadang ada orang yang menganggap bahwa orang yang
nggak ikut organisasi adalah orang yang nggak sukses. Ini menurut gua adalah
asumsi yang keliru. Kesuksesan nggak bisa diukur dari hal seremeh itu. Ikut
organisasi maupun nggak punya kelebihan dan kelemahan tersendiri. Menurut gua
pribadi, itu tergantung sama pribadi masing-masing. Ketika lo nggak ikut
organisasi, lo bisa menikmati waktu belajar secara pribadi, lo lebih bebas
mengatur jadwal lo sendiri, dan pastinya nggak perlu mikirin tanggungan lain
selain tentang diri lo. Ketika lo ikut organisasi, lo mengatur jadwal dengan
menyesuaikan jadwal di organisasi. Organisasi itu mengikat, karna organisasi
bergerak dengan orang yang memanajemen di dalamnya. Tapi, organisasi bisa bikin
lo kenal sama orang lebih banyak, lo bisa ningkatin passion yang memang udah lu
punya, dan kemampuan sosialisasi lo insya Allah makin oke. Pada intinya,
organisasi itu hanya wadah, gimana cara kita mengupgrade diri kita ya lagi-lagi
kembali ke diri kita sendiri.
Di
lingkungan gua pun, gua menemukan bahwa orang-orang yang nggak ikut organisasi
bisa sukses dengan caranya. Buka bisnis online, menciptakan sebuah inovasi
baru, buat konten tulisan atau Youtube, dan masih banyak lagi. Ketiga hal
diatas emang mungkin juga dilakukan buat yang ikut organisasi, tapi itu nggak
jadi batasan karena yang nggak ikut pun masih bisa ngelakuin. Komitmen, adalah
kunci utama untuk keduanya. So, jangan pernah takut untuk memilih ikut
organisasi atau nggak. Makasih udah baca!
With
fried chicken,
Vita