Sabtu, 18 April 2020

Organisasi atau Non Organisasi?



Berorganisasi, yang diambil dari kata organisasi, ditujukan pada orang yang menjalankan sebuah organisasi. Mungkin kata ini udah sangat lumrah didengar sejak kita menginjak sekolah menengah pertama. Yep, dari SMP kita udah kenalan dengan yang namanya Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang biasa disebut OSIS. Padahal organisasi itu luas banget pemahamannya. Organisasi itu ada untuk kerapihan. Misal, dalam organ tubuh manusia seperti jantung, ginjal, lambung, usus, mereka bekerja sesuai fungsinya. Untuk apa? Supaya manusia bisa menjalankan hidup dengan semestinya. Sistem kerjanya juga beda satu sama lain. Disini kita temuin yang namanya saling mengisi.

Keluarga, itu juga bisa disebut organisasi. Kenapa? Karena tiap anggota keluarga menjalankan tugasnya masing-masing. Ayah yang mencari nafkah, Ibu yang mengurus urusan rumah tangga, anak yang belajar. It’s all about regularity.

Gimana sama organisasi di perkuliahan? Sama aja. Bedanya adalah tujuan. Apa tujuan kita sebelum memutuskan untuk ikut sebuah organisasi? Itu adalah pertanyaan mendasar sebelum kita memutuskan untuk bergabung dalam sebuah organisasi. Misalnya gua punya ketertarikan tentang bahasa, gua ingin memperdalam keterampilan gua dalam berbahasa. Jadi, gua memutuskan untuk bergabung bersama organisasi tentang bahasa. Atau, gua punya hobi main musik, gua menjadkan musik sebagai penghilang penat dari rumitnya kehidupan. Kemudian gua gabung organisasi musik. Apa yang gua suka, apa yang gua jalanin. Sesimpel itu, emang.

Tapiii perlu diketahui bahwa nggak semua miat itu bisa dipaduin sama organisasi, terutama yang formal. Oke, gua suka musik. Tapi bukan berarti gua harus to’ ikut organisasi berbasis musik. Gua bisa aja main musik sendiri dirumah, aransemen lagu sendiri, ngikutin konser segala macem. Itu balik lagi ke cara pandang masing-masing. Seseorang yang masuk organisasi itu pasti punya tujuan, dan gasemua tujuan itu mengarah ke organisasi. Oke, mungkin sama. Tapi pasti ada tujuan dari diri sendiri. Entah ingin menambah wawasan, untuk mendapat pengakuan lah, untuk kepuasan sendiri lah, apapun itu, pasti ada. Keinginan kita untuk masuk di organisasi itu nggak pernah lepas dari tujuan pribadi kita.

Terus yang kontroversialnya adalah, kadang ada orang yang menganggap bahwa orang yang nggak ikut organisasi adalah orang yang nggak sukses. Ini menurut gua adalah asumsi yang keliru. Kesuksesan nggak bisa diukur dari hal seremeh itu. Ikut organisasi maupun nggak punya kelebihan dan kelemahan tersendiri. Menurut gua pribadi, itu tergantung sama pribadi masing-masing. Ketika lo nggak ikut organisasi, lo bisa menikmati waktu belajar secara pribadi, lo lebih bebas mengatur jadwal lo sendiri, dan pastinya nggak perlu mikirin tanggungan lain selain tentang diri lo. Ketika lo ikut organisasi, lo mengatur jadwal dengan menyesuaikan jadwal di organisasi. Organisasi itu mengikat, karna organisasi bergerak dengan orang yang memanajemen di dalamnya. Tapi, organisasi bisa bikin lo kenal sama orang lebih banyak, lo bisa ningkatin passion yang memang udah lu punya, dan kemampuan sosialisasi lo insya Allah makin oke. Pada intinya, organisasi itu hanya wadah, gimana cara kita mengupgrade diri kita ya lagi-lagi kembali ke diri kita sendiri.

Di lingkungan gua pun, gua menemukan bahwa orang-orang yang nggak ikut organisasi bisa sukses dengan caranya. Buka bisnis online, menciptakan sebuah inovasi baru, buat konten tulisan atau Youtube, dan masih banyak lagi. Ketiga hal diatas emang mungkin juga dilakukan buat yang ikut organisasi, tapi itu nggak jadi batasan karena yang nggak ikut pun masih bisa ngelakuin. Komitmen, adalah kunci utama untuk keduanya. So, jangan pernah takut untuk memilih ikut organisasi atau nggak. Makasih udah baca!



With fried chicken,



Vita