Rabu, 20 November 2019

Si Belum Baik III


#SiBelumBaik merupakan sebuah tema yang membahas tentang kehidupan sehari-hari dengan bahasan yang ringan dan dibuat singkat. Semuanya murni berdasarkan opini. Let's discuss!

Omongan orang itu penyakit.

Pernah dengar kalimat, “Kita tidak bisa menjaga lisan orang lain, yang bisa kita jaga adalah sikap kita”? Itu kalimat yang dalam satu minggu gua temukan berulang-ulang di Jelajah-nya Instagram. Awalnya gua merasa seakan-akan manusia itu harus selalu intropeksi diri terus menerus. Kenapa nggak mencoba untuk mengintropeksi orang lain? Toh, nggak ada salahnya juga. Mengintropeksi orang lain bukan berarti menjatuhkan, tapi mengevaluasi sikap mana yang seharusnya ia kurangi. Tapi kan, sebagian orang pasti jawabnya, “Ya gua emang kayak gini orangnya”. Terus, apa masih lisan kita -yang mengungkapkan itu- yang harus disalahkan karna mengungkapkan evaluasi itu? Ya gua emang kayak gini juga orangnya, ngungkapin apa yang pengen gua ungkapin. Baik diambil, salah jangan dengarkan. Sesimpel itu.

Tapi, satu hal yang orang lupakan dalam tindakan mengevaluasi diri orang lain adalah lupa berpikir, “Apa gua udah bisa menerapkan ini dalam diri gua sendiri?”. Semua orang tau baiknya seperti apa, yang tidak semua orang tau adalah kondisinya. Kadang, desakkan untuk melakukan sesuatu yang orang lain tidak tau kondisinya membuat kita tertekan. Dan ketika kita berusaha mengikuti, kesulitan akan kondisi yang berasal dari diri sendiri maupun luar akan datang bertubi-tubi.

Gua, Si Belum Baik. Yang masih belajar caranya memahami masalah sendiri. Yang berusaha untuk menjalankan cara terbaik versi gua dalam menghadapi masalah, berusaha menjadikan omongan orang sebagai bentuk kasih sayang sesama manusia, dan berusaha untuk nggak menyakiti hati orang yang udah ‘sayang’ sama gua. Yang masih belajar untuk selalu terbuka jika ada masalah sama orang, belajar untuk saling mengintropeksi diri sendiri sebelum megintropeksi orang lain, dan belajar untuk memahami perasaan yang belum pernah dirasain. Semua masih belajar, alhamdulillah.

Senin, 18 November 2019

Si Belum Baik II


#SiBelumBaik merupakan sebuah tema yang membahas tentang kehidupan sehari-hari dengan bahasan yang ringan dan dibuat singkat. Semuanya murni berdasarkan opini. Let's discuss!

Berkata baik atau diam.

Kita nggak pernah tau apa yang lagi seseorang rasain. Nggak perlu dijelasin kalo setiap orang punya masalahnya masing-masing. Nggak perlu adu siapa yang punya masalah paling besar. Ingat teori Si Buta dan Gajah? Masing-masing orang buta punya perspektif masing-masing tentang gajah diliat dari cara dia menyentuh bagian gajah. Berpendapat boleh, kolot jangan.
Apa susahnya berpikir dulu sebelum berucap? Nyakitin nggak, ya kalo ngomong kayak gini? Ada manfaatnya nggak, ya ngomong kayak gini? Penting nggak, ya ngomong kayak gini? Bakal menimbulkan mudharat nggak, ya apa yang gua ucapin? Berbobot ga si? Udah bener belom, ya informasi yang mau gua sampein? Jatohnya fitnah bukan, ya? Pantes nggak, ya gua omongin? Dan pikiran-pikiran lainnya yang mungkin masih bisa kita pikirin.

Gua, Si Belum Baik. Yang masih nyoba caranya bertutur baik, yang masih nyoba untuk tidak dibodohi hoax, yang masih mengontrol ucapan, yang masih bodoh, yang masih belum bisa beragumen dengan baik karena otak kopongnya, omongannya pun masih banyak yang belum berbobot. Iya, masih belajar. Apa yang kita ucapin itu bisa melambangkan isi diri kita sendiri. Itu intinya. Alhamdulillah.

Rabu, 13 November 2019

Si Belum Baik I


#SiBelumBaik merupakan sebuah tema yang membahas tentang kehidupan sehari-hari dengan bahasan yang ringan dan dibuat singkat. Semuanya murni berdasarkan opini. Let's discuss!


Jangan nilai dari luarnya aja.

Semua orang pasti tau kalimat itu. Kalimat itu benar. Sangat bijak. Nggak sepatutnya sebagai manusia berakal, kita cuma nilai dari penampilan. Lagian, nggak ada ruginya nilai dari berbagai sisi, pasti dapet istimewanya. Penampilan urakan, tatapan nyeleneh, aktivitas monoton, boleh jadi dia seorang pengamat yang oke. Atau pakaian rapih, tatapan tajam, terorganisir, malah yang disebut tong kosong.

Percaya deh, mau sebagus apapun orang lain mandang kita, sesegan apapun orang sama kita, sebanyak apapun pujian yang kita dapet, kalo diiringi penyakit -yang berasal dari segumpal daging, yang apabila ia sakit maka semua anggota tubuh ikut sakit-, semua nggak ada artinya.

Gua, Si Belum Baik. Masih suka nunda yang namanya sholat. Masih suka ngomong buruk ke diri sendiri bahkan ke orang lain. Masih suka males-malesan. Masih angot-angotan ibadah sunnah. Masih mengabaikan larangan Allah. Masih kurang menghargai hidup. Dan masih banyak masih masih yang kurang. Emang bener, berubah itu nggak susah. Ketika lo mau berubah, yaudah jalanin. Selesai. Yang berat adalah istiqomah. Gimana lo konsisten sama perubahan yang lo lakuin. Gimana lo harus memperjuangkan nilai-nilai yang lo anut. Alhamdulillah, susah.